Breaking News
Home / Sejarah Ringkas Sekolah Tinggi

Sejarah Ringkas Sekolah Tinggi

Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal Batang Kuis (STAIRA) Batang Kuis) adalah sekolah tinggi berlokasi strategis di Batang Kuis dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 410 pada awal tahun 2018. Dalam sejarahnya, STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal Batang Kuis berdiri tanggal 16 Oktober 1998 melalui surat permohonan Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal Batang Kuis (YPRA) tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal Kecamatan Batang Kuis dengan Nomor 09/STAIRA/X/1998 pada tanggal 21 Desember 1998 keluarlah Izin Operasional dari KOPERTAIS Wililayah IX Medan Nomor K.IX/PP.00.9.3/320/1998 yang ditandatangani oleh Prof.Dr.H.A.Ya’kub Matondang,MA.

Awal berdirinya STAI Raudhatul Akmal adalah buah hasil pertemuan dari beberapa orang Tokoh pendidikan di kecamatan batang kuis diantaranya bapak Drs.H.Suardi Tambunan, Bapak Drs. Zainuddin, Endang Purwanto,SH, dll. Dengan pengurus yayasan YPRA Batang Kuis Bapak Drs.H.Burhan Hs.

Dalam berbagai pertemuan dan kesepakatan beberapa tokoh pendidikan tersebut selalu menyarankan kepada Bapak Drs.H.Burhan Hs. Untuk membuka sebuah lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi dengan alasan belum adanya lembaga perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi Islam, bahkan di kabupaten deli serdangpun jumlahnya belum banyak, padahal siswa tamatan pendidikan setingkat SLTA setiap tahun semakin bertambah.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut dan atas pertimbangan dari pengurus yayasan, maka diadakan rapat yayasan memahas tentang pendirian sebuah perguruan tinggi Islam yang dipimpin langsung oleh Bapak Drs.H.Burhan Hs. Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal akan membuka Sekolah Tinggi Agama Islam yang dinamakan STAIRA (Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal). Beberapa hari kemudian diadakan rapat lanjutan tentang pembentukan panitia pendirian sekolah tinggi agama Islam Raudhatul Akmal yang dihadiri beberapa orang tokoh-tokoh pendidikan di kecamatan batang kuis sekitarnya, diantaranya Bapak Drs.H.Burhan Hs, Drs.H.Suardi Tambunan, Drs.Zainuddin, Drs.Dahlan Hsb, Drs.M.Yazid Bustami, dll.

Setelah terbentuknya panitia maka mulailah disusun berkas yang diperlukan untuk permohonan pendirian STAIRA yang jurusan pada saat itu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kependidikan Islam (KI). Selanjutnya dalam perkembangannya jurusan Kependidikan Islam (KI) mengalami pengurangan peminat hingga akhirnya difokuskan pada jurusan yang ada. Sedangkan jurusan PAI terus berkembang sanggup bersaing hingga menjadi gemuk dan memperoleh Akreditasi BAN-PT Tahun 2009 dengan assessor Prof.Dr.H.Achmadi dan Muhammad Zuhdi,PhD dan terus berkembang Tahun 2013 para guru Taman Kanak-kanak (TK) mengusulkan melalui organisasi PGRA Deli Serdang membuka jurusan PGRA. Namun akhirnya diputuskan untuk membuka prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) D2 yang menghasilkan ratusan alumni tetapi sejalan dengan perjalanan dan peraturan guru pendidik harus sarjana (S1), melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor DJ.I/257/2007 tanggal 10 2007 tentang Izin penyelenggaraan Program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Strata Satu (S1) pada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Sejak dikeluarkannya SK tersebut, alumni D.2 PGMI STAI Raudhatul Akmal Batang kuis melalui survey 90% sangat menginginkan pembukaan PS PGMI S1, Sejak itu melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 361 Tahun 2015, tanggal 20 Januari 2015. Tahun 2015 PS PGMI dipimpin oleh Khairul Fahmi,M.Pd.I, sekretaris dipimpin oleh Elsya Derma Putri,M.Psi.

STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis, semenjak dibukanya prodi baru tersebut di atas, berkembang dengan pesat dalam rangka menjawab tuntutan kebutuhan akan tenaga kependidikan dan pendidik di Deli Serdang, Sumatera dan bahkan Indonesia. Kebutuhan itu semakin meningkat seiring dengan perkem-bangan demografi baik regional maupun nasional dan persaingan global dalam bidang penyediaan tenaga keguruan. Di samping itu, desakan internal akan tenaga kependidikan dan pendidik yang mempunyai karakteristik Islami semakin mengemuka di tengah dekadensi moral dan etika pada masyarakat. Oleh karena itu, STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis terus berupaya berkembang utamanya dengan pembukaan program-program studi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan di atas. Saat ini, STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis mempunyai dua program studi, yaitu:

Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Di samping program studi di atas, STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis saat ini tengah mengusahakan pembukaan program studi baru, yaitu: PAUD pada tahun 2019. Selain pembukaan prodi, STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis sekarang intensif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terutama pemerintah provinsi dan kabupaten di lingkungan Deli Sedang untuk mencukupi kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan. STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis juga membantu pemerintah dalam menyukseskan program-program kependidikan/ keguruan di antaranya:

Dual Mode System (DMS)
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Program Peningkatan Kualifikasi Guru (P2KG)
Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Pengembangan STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis juga mencakup penambahan gedung dan ruang pembelajaran, perpustakaan, pusat komputer, dan laboratorium-laboratorium untuk kepentingan penguatan proses pembelajaran mahasiswa. Secara lebih substansial, saat ini, STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis berupaya untuk mengejawantahkan konsep pendidikan dan pembelajaran berbasis integrasi STAI RAudhatul Akmal Batang Kuis yang mencoba memadukan tiga bidang keilmuan: agama, sains dan humaniora. STAI Raudhatul Akmal Batang Kuis akan melakukan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan visi integrasi ini yang meliputi: (1) memperkuat asumsi dasar atau epistemologi keilmuan; (2) membangun teori ilmiah islami; (3) menanamkan ajaran dan nilai-nilai islami melalui mata kuliah; (4) menjelaskan mata kuliah agama dengan bantuan sains; (5) membaca referensi turats islami; dan (6) menggunakan referensi atau buku daras yang telah disusun sesuai dengan konsep integrasi keilmuan